Monday, October 7, 2019

Bahaya Masturbasi

Tidak sedikit pria menyalurkan hasrat seksualnya melewati masturbasi alias memakai alat bantu seks. Walau begitu, tak sedikit mitos yang beredar soal masturbasi. Cari tahu mana yang benar.

Bahaya Masturbasi

1. Masturbasi sangat normal
Para pria kerap berpikir sudah meperbuat tutorial "aneh" saat beronani, padahal tidak. "Setiap pria punya tutorial masturbasi. Ada yang pakai tangan, menggosokkan kelamin ke sebuahbenda, butuh alat bantu seks, memakai pakaian khusus, berfantasi, menonton buku/majalah, bahkan sambil bercermin," kata Martha Cornog, penulis The Big Book of Masturbation.

2. Masturbasi sangat aman, walau tak seluruhnya
Masturbasi terbukti tak menularkan penyakit seksual, namun bukan jaminan aman juga. Masturbasi yang kasar, kulit penis dapat iritasi. Kebiasaan masturbasi sambil telungkup, dengan bantal, alias karpet di bawahnya, dapat mencederai saluran kemih. Ini dapat membikin keluarnya urine semacam menyembur serta susah dikontrol.

Barbara Bartlik, MD, psikiater serta terapis seks di New York, AS, menyebutkan dalam website webMD, ia sempat menangani pasien yang wajib berkemih sambil duduk gara-gara tak jarang bermasturbasi sambil telungkup.

3. Seks sendiri dapat memberi tenaga super
Meperbuat seks sendiri dapat membikin pria lebih sanggup merespons rangsangan seksualnya sendiri, apa yang terasa enak serta tak enak baginya. Dengan begitu, pria bakal lebih baik dalam membahas terhadap pasangannya bagaimana dirinya ingin disentuh.

Terbukti, sejumlah pria menjadi terobsesi dengan seks sendiri, jadi kehilangan ketertarikan untuk bermesraan dengan pasangan. Kondisi ini dapat melukai perasaan pasangan serta hubungan dapat kacau.

4. Berisiko kanker prostat
Studi tahun 2004 yang dipublikasikan dalam The Journal of the American Medical Association mengabarkan bahwa frekuensi ejakulasi tak terkait dengan meningkatnya risiko kanker prostat. Frekuensi ejakulasi ini meliputi hubungan seksual serta masturbasi.

0 comments:

Post a Comment